kupu kupu

Kamis, 23 April 2015

potoshop 2 pelangi efect


potoshop 1 cover


review jalan-jalan ke Ambon part II

tiba di Ambon tak lengkap rasanya kalau tidak jalan-jalan. perjalanan pertama di mulai. yaitu cari makan. aku pun pergi ke sebuah restoran seafood yang direkomendasi oleh pelayan hotel. begitu tiba di pintu rumah makan, kita dapat melihat sebuah bak besar yang berisi berbagai jenis ikan laut. ada ikan, kepiting, udang dan segala jenis hewan laut yang bisa di makan. aku pun memilih sebuah ikan bubara merah dan di bakar. tak lama menunggu, pesananku pun datang. ah aroma segar ikan khas begitu menggoda lidah..

setelah puas makan, perjalanan pun dilanjutkan. kali ini tempat pemberhentian selanjutnya adalah gong perdamaian. gong ini didirikan untuk menandai berakhirnya konflik SARA yang pernah terjadi di Ambon. gong ini didirikan pada 25 November 2009. diameter gong ini pun cukup besar dan berlatar belakang warna keemasan. gong ini merupakan salah satu ikon pariwisata di Ambon yang cukup menarik perhatian wisatawan.

setelah puas mengeksplore gong perdamaian, aku pun melangkahkan kaki ke alun-alun kota Ambon yang konon katanya merupakan tempat berkumpulnya muda-mudi kota Ambon. alun-alun ini cukup besar dan terletak di halaman kantor gubernur. disitu pun terdapat tulisan Ambon yang cukup besar dengan berwarna merah menyala. benar saja, beberapa lama duduk disana, terdapat beberapa muda mudi mulai berkumpul sekedar untuk nongkrong.

tampilan fisik orang Ambon asli memang beda. mereka terlihat manis dengan kulit kecoklatan yang menambah aura seksi mereka.  para laki-lakinya pun rata-rata bertubuh tinggi besar. ada satu yang khas yang tidak bisa dipisahkan dari Ambon, yaitu logat mereka. ya logat Ambon memang sangat khas, dengan intonasi yang cepat dan do tinggi yang melengking membuat logat Ambon sangat unik untuk didengar.

puas berfoto-foto di alun-alun, aku pun mengelilingi Ambon dengan becak. ya, ternyata becak tidak hanya ada di pulau Jawa saja. becak juga terdapat di Ambon. aku pun berhenti di sebuah talut yang membatasi pinggiran kota dengan laut. sore itu, aku dapat dengan jelas menikmati sunset yang mulai tenggelam di ufuk barat. semakin malam, talut ini semakin ramai oleh pengunjung. berbagai pedagang kaki lima pun mulai membuka dagangan mereka. sungguh sebuah suasana pinggiran kota yang memikat hati yang bosan akan kebisingan ibukota.

hari semakin malam, sebelum balik ke hotel, aku pun singgah sebentar di sebuah warung kopi kecil untuk sekedar menikmati kopi hangat dengan jagung bakar. itulah cerita singkat perjalanan ku di Ambon hari pertama..

review perjalanan ke Ambon


pasti sudah cukup banyak orang Indonesia yang tahu bahwa orang Ambon itu manis-manis. tapi apakah sudah banyak dari kita yang pernah kesana? hmm.... sebagai seseorang berketurunan Ambon asli, aku baru pada umur 19 tahun menginjakkan kaki di kota yang indah ini. penasaran bagaimana perjalanan aku di Ambon? heres the story goes...

sekitar Agustus 2013, aku dihubungi temanku untuk menemaninya di Ambon, temanku ini sedang bertugas beberapa hari di sana dan sendiri. kebetulan karena aku juga masih libur semester, aku iyakan ajakannya. dengan menumpang pesawat Lion, dari bandara Sukarno Hatta Jakarta, memakan waktu kurang lebih 4 jam untuk sampai di Ambon. sekitar 30 transit di Makasar. cukup bosan sih sebenarnya berada dua jam tanpa hiburan apa-apa di atas pesawat, sejauh mata memandang yang kelihatan cuma laut doang. 

memasuki 30 menit terakhir sebelum landing, terlihat gugusan pulau-pulau kecil yang mengitari provinsi Maluku. karena kebetulan cuaca pada saat itu sedang cerah, kita bisa melihat dengan jelas air laut yang tembus sinar matahari. jernih sekali begitu menenangkan hati. dan tak berapa lama pesawat pun landing dengan sempurna di bandara Pattimura Ambon.aku pun bersiap-siap turun dari pesawat. jangan mengira kita keluar dari pesawat menggunakan lorong ke bandara. kita turun pakai tangga dan jalan kaki sendiri ke tempat pengambilan bagasi.

setelah mengambil barang, aku pun lanjut ke penginapan yang ternyata jauh banget dari bandara. ternyata bandara di Ambon itu terletak di pedesaan yang jauh banget dari pusat kota. kira-kira memakan waktu dua jam untuk sampai di pusat kota Ambon.tapi tak apalah, selama perjalanan, mata kita akan dimanjakan sama pesona alam pedesaan Ambon.

menyusuri perjalanan, kami pun melewati salah satu universitas yang terkenal di Maluku yaitu universitas Pattimura. kampus ini sangat besar sekali, tapi tidak semua luas tanahnya jadi bangunan, bangunan kampusnya cuma beberapa, selebihnya hanya tanah kosong yang banyak di tumbuhi pohon. setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, aku pun tiba di Swiss Bel Hotel Ambon. hotel ini megah sekali. dan unik. kenapa unik? ya, karena begitu masuk di pintu depan hotel, kita tidak akan menemukan lobby hotel, atau resepsionis. pintu depan hotel adalah lift langsung yang membawa kita e lantai dua. ternyata lobby hotel tersebut berada satu tingkat dari pintu masuk hotel.cukup menarik perhatian.

setelah mengurus semua administrasi dan mandi, aku bersama temanku pun bersiap-siap untuk mengekplore kota ini. penasaran bagaimana cerita selanjutnya? baca di post aku berikutnya yaa...