tiba di Ambon tak lengkap rasanya kalau tidak jalan-jalan. perjalanan pertama di mulai. yaitu cari makan. aku pun pergi ke sebuah restoran seafood yang direkomendasi oleh pelayan hotel. begitu tiba di pintu rumah makan, kita dapat melihat sebuah bak besar yang berisi berbagai jenis ikan laut. ada ikan, kepiting, udang dan segala jenis hewan laut yang bisa di makan. aku pun memilih sebuah ikan bubara merah dan di bakar. tak lama menunggu, pesananku pun datang. ah aroma segar ikan khas begitu menggoda lidah..
setelah puas makan, perjalanan pun dilanjutkan. kali ini tempat pemberhentian selanjutnya adalah gong perdamaian. gong ini didirikan untuk menandai berakhirnya konflik SARA yang pernah terjadi di Ambon. gong ini didirikan pada 25 November 2009. diameter gong ini pun cukup besar dan berlatar belakang warna keemasan. gong ini merupakan salah satu ikon pariwisata di Ambon yang cukup menarik perhatian wisatawan.
setelah puas mengeksplore gong perdamaian, aku pun melangkahkan kaki ke alun-alun kota Ambon yang konon katanya merupakan tempat berkumpulnya muda-mudi kota Ambon. alun-alun ini cukup besar dan terletak di halaman kantor gubernur. disitu pun terdapat tulisan Ambon yang cukup besar dengan berwarna merah menyala. benar saja, beberapa lama duduk disana, terdapat beberapa muda mudi mulai berkumpul sekedar untuk nongkrong.
tampilan fisik orang Ambon asli memang beda. mereka terlihat manis dengan kulit kecoklatan yang menambah aura seksi mereka. para laki-lakinya pun rata-rata bertubuh tinggi besar. ada satu yang khas yang tidak bisa dipisahkan dari Ambon, yaitu logat mereka. ya logat Ambon memang sangat khas, dengan intonasi yang cepat dan do tinggi yang melengking membuat logat Ambon sangat unik untuk didengar.
puas berfoto-foto di alun-alun, aku pun mengelilingi Ambon dengan becak. ya, ternyata becak tidak hanya ada di pulau Jawa saja. becak juga terdapat di Ambon. aku pun berhenti di sebuah talut yang membatasi pinggiran kota dengan laut. sore itu, aku dapat dengan jelas menikmati sunset yang mulai tenggelam di ufuk barat. semakin malam, talut ini semakin ramai oleh pengunjung. berbagai pedagang kaki lima pun mulai membuka dagangan mereka. sungguh sebuah suasana pinggiran kota yang memikat hati yang bosan akan kebisingan ibukota.
hari semakin malam, sebelum balik ke hotel, aku pun singgah sebentar di sebuah warung kopi kecil untuk sekedar menikmati kopi hangat dengan jagung bakar. itulah cerita singkat perjalanan ku di Ambon hari pertama..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar